Kamis, 08 Agustus 2013

Hidup Lebih Berkat Dengan Zakat


Assalammualaikum Wr. Wb
Marhaban yaa Ramadhan
Marhaban ya Syahru Shiyam

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون              
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Nah sobat, ini adalah salah satu bukti dari perintah Allah kepada kita untuk menjalakan ibadah puasa dibulan ramadhan, coba deh buka al-qur’annya surat al-baqarah ayat 183. Em…. Sama kan.?
Berjalannya waktu 3 hari terakhir, 2 hari, 1 hari . Dan  tak terasa bulan ramdhan akan segera meninggalkan kita, rasa sedih, tak rela, tak kuasa untuk melepaskan bulan ramdhan pun bercampur padu. Memang, kita semua pun tahu bahwa bulan ramdhan dikenal dengan bulan yang suci dimana setan-setan dibelenggu dan pintu surga dibuka selebar lebarnya, entah selebar samudra atau benua huallahualam.  Dan itu pun tidak asal-asal lo sobat, nih sama seperti yang udah dijelasin dalam hadits Abu Hurairah radhiyallhu anhu riwayat Al-Bukhari dan Muslim. Buka dulu yaa haditsnya,
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya RasulullahSAW bersabda:
((إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ)) [رواه مسلم ]
 وَفِيْ لَفْظٍ: ((وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ)) [رواه الباخري: )
Artinya : “Jika bulan Ramadhan datang, pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup, dan Setan-Setan dibelenggu.” (HR. Muslim), dalam lafadz lain: “Dan Setan-Setan dirantai.” (HR. Al-Bukhari)

            Sobat remaja yang dimuliakan oleh Allah, pada hari-hari terakhir pada bulan ramdhan kita tak jarang mendengar istilah zakat. Sebernernya apa sih makna yang terkandung dari lima huruf tersebut ?  nah, seperti tema yang diangkat kali ini “REMAJA BERZAKAT” . pasti sobat remaja akan berkata, haaa ? Remaja Berzakat ? atau ada yang mengangkat alis, atau ada yang tertawa atau ada yang guling-guling hehe kalau yang ini pastinya enggak sampai ya. Sebenernya  apa lagi sih itu  maksudnya?  Remaja  sih yaa anak  remaja, seumuran muda-mudi yang lagi duduk dibangku SMA. Kenapa berzakat ? dia kan masih nebeng sama orang tua, Maksudnya apa sih ?  hayooo apa ? ada yang tahu? Coba angkat tangan !.  saya kak saya (sambil angkat tangan). Nah kamu  yang angkat tangan tolong explain itu arti dari tema. Emm tapi saya takut salah kak (pasang muka sedih) . Tak apa, coba ntuh diliat dalam surat al-imron ayat 159, dan surat Asy-syura ayat 38

QS Ali Imraan: 159
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُم فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)

Artinya: “Maka berkat rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali Imran : 159)

QS Asy-Syuura: 38
وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (٣٨)

Artinya   : “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka, dan mereka menginfaqkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS Asy Syura : 38)

Nah……  terbuktikan,
rasullulah aja udah ngajarin kita bermusyawarah/ngeluarin  pendapat,  masak kita yang udah tau ajarannya aja gak mau ngamalin, emm ndak usah diliat salah atau enggaknya, benar salah itu relatif. Nah sekarang apa pendapatmu ?.  Iyaa kak….. menurut saya ya kak, remaja= anak yang sedang dalam proses pertumbuhan menuju dewasa baik psikis, jiwa, raga, maupun akhlaqnya selain itu dia juga udah ngerti mana yang haq dan mana yang batil. Ditambahi berzakat, berarti dia diajarin untuk melakukan salah satu rukun islam yang ke-4 yaitu zakat. Bentar kak bentar masih ada kelanjutannya, zakat sendiri itu kan artinya mensucikan sebagian harta yang dimiliki untuk diserahkan kepada orang yang berhak (mustahiq), lebih jelasnya bisa diliat dalam surat at-Taubah ayat 103. Et… selain itu kak,  zakat juga ada kaitannya lo sama sholat. Seperti apa yang telah Allah SWT perintah dalam surat An-Nisa’ ayat 77.
Surat At-Taubah Ayat : 103 

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَ تُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَ صَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلوتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ، وَ اللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . 

Artinya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. At-Taubah : 103)

Surat An-Nisa’ ayat : 77

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ ۗ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

Artinya      : Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka:  "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.

Excetly, sekarang ada yang tahu macam zakat ? ayo angkat tangan. Saya kak. Saya kak. Saya kak. Nah kamu itu yang ada dipojok. Zakat ada dua kak, pertama itu ada zakat mal yang kedua ada zakat fitrah. Sekarang jelaskan apa yang dimaksud dengan zakat mal dan zakat fitrah tadi? Gimana ya kak, duh bingung , kalau menurutku sih zakat mal itu kayak gini lo kak, orang punya kekayaan berupa harta baik benda maupun uang (gaji) dan dimiliki dalam jangka waktu tertentu. Misalnya punya emas 1 ton kepemilikannya udah sampai setaun dan udah memenuhi nisob nah itu kudu dizakatin kak. Contoh harta yang wajib dizakatin itu seperti :
-          Emas , perak
-          Hewan ternak
-          Harta perdagangan
-          Hasil Pertanian, baik tanaman dan buah-buahan
-          Hasil laut
-          Harta rikaz dan ma’adin
-          Harta profesi
-          Harta investasi

Nah, kalau zakat fitrah itu aku sering denger ketika akhir bulan ramdhan kak. Biasanya selain di masjid dekat rumah, di sekolahpun juga ada. Maksudnya ada yang mengurus tentang zakat fitrah. Dan itu bisa dibayar baik berupa uang maupun berupa makanan pokok. Sedangkan makanan pokok di sini, makasudnya di Indonesia ini adalah beras. Maka bisa dibayar dengan menggunakan beras yang takarannya itu =2,5 kg. Terus kalau dibayar dengan menggunakan uang gimana?  . Ya kan kak, itu nurut harga beras yang takarannya 2,5 kg . nah kalau jelasnya definisi dari  zakat fitrah itu berasal dari kata zakat dan fitrah, zakat yang artinya sebagian harta yang dikeluarkan dan diserahkan kepada yang berhak. Sedangkan fitrah berasal dari kata fitri yang berarti suci, intinya zakat fitrah dikeluarkan pada akhir bulan ramdhan dengan tujuan untuk  mensucikan orang yang berpuasa dari segala perbuatan dan perkataan kotor. Terus kata guruku ngaji kak, selain itu tadi…. zakat fitrah juga bertujuan untuk memberikan makanan kepada  orang-orang miskin serta mencukupi kebutuhan mereka ketika Hari Raya Idul Fitri tiba. Dan setelah aku cari-cari ternyata ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma ia berkata:
           فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنِ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yg berpuasa dari perbuatan yg sia-sia dan kata-kata kotor serta sebagai pemberian makanan untuk orang-orang miskin.” (H.R. Abu Dawud)
Nice,
Lalu siapa aja sih yang termasuk dalam kategori penerima zakat ? yuuuk angkat tangan. Saya kak. Saya kak. Saya kak. Yak kamu yang ditengah. Saya kak ? . Iya kamu, coba deh sebutin siapa aja sih yang termasuk dalam kategori penerima zakat. Et…. Jangan lupa penjelasannya ya, biar sobat remaja juga tau. Apa sih arti dari …….. (read:blablabla)
Ehemmm (tes suara)
Yang termasuk dalam kategori penerima zakat itu ada
1        Fakir miskin yaitu orang yang secara umum tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
2        Amil yaitu orang yang mengurus segala sesuatu tentang zakat
3       Mualaf yaitu  orang yang diharapkan kecenderungan hatinya bertambah terhadap islam. Termasuk             orang yang baru masuk islam.
4     Budak atau Hamba Sahaya  yaitu orang yang diperjualbelikan diantara orang-orang kaya, dengan kepentingan untuk membantu dalam meringankan perekjaannya tapi tanpa diberi upah
5        Ghorim yaitu orang yang terlilit hutang dan tidak mampu membayar
6        Sabililah yaitu orang-orang yang berjuang di jalan Allah
7        Ibnu Sabil yaitu orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal

Nah itu kak…….

Good.
Sekarang kenapa sih kita diharus untuk berzakat? Apa sih hikmahnya? Hayooo siapa tahu?

(sunyi senyap, gemurung bisikan, tak ada tangan yang mengangkat ke atas)

Loohh….. kok diem?
 .
bentaaar kak, lagi mikir.

emm apa ya apa yaa (bisik-bisik).

Aha……. *ting* (angkat jari telunjuk, dan lampu disamping kepala menyala). Aku kak, aku kak, aku kak ? 
    Iya kamu ? jelaskan hikmahnya !

Kan gini ya kak, tadi di depan kan udah di jelasin kalau zakat itu adalah sebagian harta yang wajib dikeluarkan dan diserahkan kepada orang yang berhak menerima.  Dari situ kita bisa menelaah bahwasanya sebagian harta itu bertujuan agar kita dapat menghilangkan sifat kikir dan rakus. Nah itu yang pertama.
Kemudian yang kedua itu dari kalimat yang berbunyi “….diserahkan kepada orang yang berhak menerima….” . Hikmahnya kita dapat membantu fakir miskin dan memenuhi kebutuhan orang-orang yang berada dalam kesulitan dan penderitaan.

Bagus…………………………………………………. (nunjukin jempol)
Ada yang lain ?
Aku kak , aku kak, aku kak (sambil angkat tangan).
Iyaaa kamu, ayoo apa hikmah selain itu?

Emm ini kak, hikmahnya berzakat itu antara lain
1.      mempererat tali persaudaraan
2.      menegakkan kemaslahatan umun yang berkaitan dengan kesejahteraan
3.      membatasi pembengkakan kebutuhan
itu aja sih kak (pasang muka cemberut)
hehe itu juga betul kok (nunjukin jempol)

sekarang apalagi ya ? tadi macam-macam zakat udah, penerima zakat udah, hikmah berzakat udah…. (sambil liat atap,dan jari-jari masih sibuk mengitung yang kurang disebut).

kak kak, (sambil angkat tangan)

iya apa? Pertanyaannya kan belom. Kok udah angkat tangan?

Emang sih kak, ini kak aku kan masih awam. Nanti kalau kita mau mbayar zakat ke siapa           ya?

Nah itu…………….. ada badan khusus yang menangani atau mengurus tentang zakat. Di Indonesia badan yang menangani tentang zakat disebut dengan BAZIS. Apa sih kepanjangan dari  “BAZIS” itu? Dan apa sih keuntungannya adanya BAZIS?.
Oke, sekarang kita move ke bazis. BAZIS itu kepanjangan dari Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh. Nah, Bazis ini merupakan lembaga pengelola zakat di Indonesia. Lembaga ini diminta atau diharapkan mampu mengelola zakat secara professional. Dengan keprofessionalnya zakat dapat dikelola dengan baik dan teratur, makanya badan ini menguntungkan bagi umat islam. Karena apa ? nih karena……
1.      Pendistribusian lebih teroganisir dan tepat sasaran.
2.      Pemerintah dapat mengetahui potensi masyarakat melalui data base zakat.
3.      Masyarakat menerima bantuan yang bermanfaat.
Selain itu.
Maksudnya tugas BAZIS, selain mengelola zakat, mereka juga bertugas dalam memberikan penyuluhan tentang hal-hal yang berkaitan dengan zakat. Eh ngomong-ngomong soal BAZIS, BAZIS itu kan lembaga, badan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang diberi amanah (tugas) dengan tujuan tertentu. Nah namanya juga badan, terus ada pemerintah. Setiap berpinjak pada suatu kekuasaan atau wilayah yang disebut Negara, pasti donk ada fundamentalnya (dasar) , maksudnya hukum atau aturan yang mendasari suatu kegiatan atau tindakan. Termasuk ini ini, soal zakat. Ternyata  ada lo undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai zakat. Coba deh liat pada UU Nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat, Keputusan Menteri Agama RI Nomor 373 tahun 2003 dan Keputusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji Nomor D/291 tahun 2000 tentang pedoman Teknis Pelaksanaan Zakat. Nah, banyak kan peraturannya….
Sekarang udah jelaskan sobat, zakat itu apa ? Kalau masih belum faham. Zakat itu bisa diumpamain kayak pajak. Tau kan pajak ? Nah…. Zakat itu semacam pajak. Kesamaannya itu terletak pada
1.      adanya unsur keharusan,
2.      diserahkan kepada badan atau lemabaga khusus yang mengelolanya
3.      sama-sama mempunyai tujuan untuk memutar roda perekonomian

tapi dimanapun ada kesamaan, pasti ada donk perbedaanya. Jadi perbedaanya antara zakat dan pajak itu letaknya pada ini nih :
-           pertama, keharusan.
apabila suatu keharusan tidak dilaksanakan dengan baik, maka ia akan mendapatkan sanksi, nah sanksi dari orang yang tidak membayar zakat bersifat ukhrowi (dosa) berhubungan langsung dengan Allah. Sedangkan orang yang tidak membayar pajak maka sanksi bersifat keduniaan, yaitu berkaitan dengan administrasi Negara atau denda.
-          Kedua, badan atau lembaga yang mengelolanya.
Nah, yang ini udah jelaskan. Bahwa zakat dikelola oleh badan yang disebut dengan BAZIS, sedangkan pajak biasanya dikelola oleh Dirjen Pajak Departemen Keuangan pokoknya yang ngurus tentang pajak itu deh, baik pajak pembangunan, pajak listrik de el el.
-          Ketiga, tujuan yang sama.
Yaitu sama-sama memutar roda perekonomian. Tapi pada tujuan ini, zakat mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan pajak. Entah kenapa, mungkin karena ini feelnya lebih nendang. Hehe yak… betul karena ini merupakan salah satu ibadah yang diperintahkan Allah Sang Maha Pencipta alam semesta

Nah…..
Sekarang udah jelaskan….
Semoga penjelasan ini tadi dapat berguna bagi sobat semua, 
            Wassalamualaikum Wr. Wb

            Proundly present to